Minggu, 30 Oktober 2011

TUGAS BAHASA INDONESIA IKLAN

AYO LESTARIKAN BUMI KITA!!!!!!

Kalimat iklan tersebut bermaksud untuk menajak warga Indonesia maupun dunia untuk menjaga bumi yang kita cintai agar tetap hijau. Bebas dari polusi udara, besih dari sampah, dan jauh dari banjir. Dengan cara menanam banyak pohon, melestarikan hutan, tidak menebang pohon sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak memakai banyak kendaraan. Mulai dari diri kita sendiri.

TUGAS BAHASA INDONESIA PIDATO

Pidato ini bertemakan tentang motovasi diri sendiri, yang mana didalamnya berisikan hal-hal yang bersangkutan dengan kebohongan atau membodohi diri sendiri.

Assalamualaikum WR.WB
Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati serta teman-teman yang saya cintai.
Marilah dalam kesempatan ini kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta karunianya kepada kita, sehingga dapat berkumpul pada kesempatan ini. Terimakasih pada Bapak Guru yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk menyampaikan pidato ini.
Betapa ingin rasanya hidup di tengah masyarakat yang maju. Bayangkan saja jika orang-orang di sekelilikng kita memiliki cara berpikir moderen, artinya berpendidikan, lingkungan sehat, ekonomi memadai dsb. Gambaran seperti itulah yang menjadi dambaan setiap orang , sekaligus merupakan ciri dari masyarakat yang berkualitas. Apakah kehidupan tersebut dapat terwujud ? Tentu saja bisa! Mengapa tidak?
Asalkan bangsa ini tidak menjadi negara bedebah yang di dalamnya berisi kebohongan-kebohongan besar, kita dapat menjadi maju, tapi kenyataannya kebohongan sudah merasuk hidup bangsa kita.
Berbohong adalah perilaku tidak baik dan dapat langsung memunculkan rasa khawatir , takut, kepada mereka yang berbohong. Karena takut akan terungkapnya kebohongan tersebut , munculah beberapa lapis kebohongan yang tebal.
Semua orang pasti pernah berbohong untuk melindungi diri dari perbuatan curang yang telah ia lakukan, entah untuk menjaga martabat, maupun gengsi. Apalagi sifat pembohong sudah merusak moral penerus bangsa masa kini. Misalnya saja di awal tahun ini kita diperlihatkan oleh kekacauan penegakan hukum yang timbul akibat rangkaian kebohongan , yang seolah sudah menjadi hobi, kebiasaan ataupun cara hidup. Hal ini sangat menjatuhkan penegak hukum bangsa ini.
Bukan hanya di masalah hukum, dunia pendidikan pun diguncang oleh kebohongan. Misalnya saja kebohongan yang sudah dianggap biasa yaitu mencontek. Semua siswa pasti sudah kenal dengan mencontek bukan ?
Perbuatan berbohong pasti ada sebabnya, antara lain karena takut dihukum atas kesalahannya, ingin merasa paling benar atas hal yang salah, menjaga imej baik di hadapan orang dsb.
Yang ngeri adalah akibatnya manusia mematikan rasa kepedulian, hati nurani, tanggung jawab, dan martabat diri, apalagi kemampuan berbohong itu akan terus ada bahkan bertambah.
Solusinya adalah berani untuk hal yang benar, jangan pernah menganggap diri sendiri yang terbaik, berhentilah mengeluh dan kerjakan sesuatu sepenuh hati, hindarkan diri dari hal-hal, tidak berguna dan memancing kebohongan.
Bersyukurlah kita yang berhenti pada suatu kebohongan, tidak menindak lanjuti dengan pernyataan palsu lainnya. Bersyukurlah kita yang tidak seperti banyak tokoh yang ramai dimuat media akibat kebohongannya. Mereka yang berbohong sungguh telah membunuh martabtnya karena takut jujur daripada bohong.
Jauhkanlah sifat kebohongan. Biarlah keajaiban kebenaran menuntun kita semua untuk membawa diri, keluarga, lembaga, masyarakat, dan bangsa menjadi lebih baik di tahun ini.
Bapak Kepala Sekolah , Bapak dan Ibu guru, serta kawan-kawanku, demikianlah pidato singkat saya. Karena pepatah mengatakan tiada gading yang tak retak oleh karena itu saya mohon maaf bila ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati. Terimakasih atas perhatiannya, mudah-mudahan pidato ini bisa menjadi satu motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kreasi dan karya kita tanpa harus membodohi diri sendi dengan kata lain "berbohong"
Wassalamualaikum WR.WB


Peranan pidato:
Peranan pidato dalam menyampaikan ide/informasi secara lisan kepada kelompok masa merupakan aktivitas yang sangat penting, baik pada masa lalu maupun pada masa mendatang. Seseorang yang sudah mahir berbicara di depan muka dengan mudah menguasai massa dan menawarkan ide-idenya agar dapat diterima orang lain.
Langkah-langkah pidato:
1. menyelidiki pendengar dengan mengajukan pernyataan,misalnya siapa pendengarnya, jenis kelami n, pendidikan dan lain-lain
2.Memilih topik atau tema hendaknya disesuaikan dengan kemampuan diri, mempunyai arti atau kegunaan bagi pendengar dan lain-lain.
3.mengumpulkan bahan berdasarkan pengalaman, hasil penelitian, imajinasi, buku bacaan, media massa maupun media elektronik.
4. membuat kerangka pidato, caranya sama dengan membuat kerangka karangan lainnya, yakni :pembuka, isi dan penutup.
5. mengembangkan pidato menjadi kerangka pidato.
6. latihan oral dengan vocal yang tepat, dengan suara yang nyaring.

Metode pidato :
1.metode impromptu(serta-merta): berpidato tanpa persiapan.
2.metode naskah:dalam berpidato pembicara membaca teks/naskah yang telah dipersiapkan.
3.metode hafalan:dalam berpidato,pembicara menyampaikan isi naskah pidato yang telah dihafalkan.
4.metode ekstemporer(tanpa persiapan naskah):pidato dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting yang sekaligus mejadi urutan dalam uraian itu.

Tujuan pidato :
1.menyampaikan informasi (informatif),
2.menghibur/menyenangkan hati pendengar(rekreatif),
3.meyakinkan pendengar(argumentative),
4.membujuk/mempengaruhi pendengar(persuasive)

Agar pidato anda dapat menarik minat dan perhatian pendengar perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
1. kemukakan fakta dengan jelas,
2.gunakan bahasa Indonesia yang baik sehingga mampu membangkitkan minat pendengar terhadap masalah yang kita sampaikan,
3.berbicara secara wajar dan terbuka,
4.sajikan materi dengan lafal dan intonasi yang tepat.
5.gunakan mimic dan gerak-gerik secara wajar

Sumber: http://www.scribd.com/doc/34832388/80/Peranan-Pidato
http://contohnaskah.blogspot.com/2011/04/contoh-naskah-pidato-tentang-motivasi.html

TUGAS BAHASA INDONESIA KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NEGARA DAN BAHASA NASIONAL








Nama : Ayu Nur Anggrainy
NPM : 12109229
Kelas : 3 KA 23
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia





UNIVERSITAS GUNADARMA
2011



BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Istilah kedudukan dan fungsi tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kita pakai. Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia sekarang?”, “Apa fungsi baut yang Saudara pasang pada mesin ini?”, dan sebagainya. Kalau kita pernah memakai kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah mengerti maknanya. Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan kedua istilah itu. Kalau demikian halnya, apa sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa? Samakah dengan pengertian yang pernah kita pakai?
Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara terlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu.
Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakat bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.
Di pihak lain, bagi masyarakat yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat ‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa mengetahui kapan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian perkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya dengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya. Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak.
Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan kapan, misalnya, suatu unsur lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan kapan seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam bentuk kebijaksanaan pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut Politik Bahasa Nasional, yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan masalah bahasa.
2.1 Perumusan Masalah
1. Bagaimana kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dan bahasa nasional?
2. Sejauhmana kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dan bahasa nasional?
3.1 Tujuan
1. Mengetahui kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dan bahasa nasional?
2. Memahami kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dan bahasa nasional?


BAB II
PEMBAHASAN TEORI

2.1 Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Janganlah sekali-kali disangka bahwa berhasilnya bangsa Indonesia mempunyai bahasa Indonesia ini bagaikan anak kecil yang menemukan kelereng di tengah jalan. Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang. (Untuk meyakinkan pernyataan ini, silahkan dipahami sekali lagi Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia.) Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke bumi Nusantara, dengan bukti-bukti prasasti yang ada, misalnya yang didapatkan di Bukit Talang Tuwo dan Karang Brahi serta batu nisan di Aceh, sampai dengan tercetusnya inpirasi persatuan pemuda-pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yang konsepa aslinya berbunyi:
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mengakoe bertoempah darah satoe,
Tanah Air Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mengakoe berbangsa satoe,
Bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mendjoendjoeng bahasa persatoean,
Bahasa Indonesia.
Dari ketiga butir di atas yang paling menjadi perhatian pengamat (baca: sosiolog) adalah butir ketiga. Butir ketiga itulah yang dianggap sesuati yang luar biasa. Dikatakan demikian, sebab negara-negara lain, khususnya negara tetangga kita, mencoba untuk membuat hal yang sama selalu mengalami kegagalan yang dibarengi dengan bentrokan sana-sini. Oleh pemuda kita, kejadian itu dilakukan tanpa hambatan sedikit pun, sebab semuanya telah mempunyai kebulatan tekad yang sama. Kita patut bersyukur dan angkat topi kepada mereka.
Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda, bahasa Melayu dipakai sebagai lingua franca di seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu terjadi sudah berabad-abad sebelumnya. Dengan adanya kondisi yang semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Di balik itu, mereka telah menyadari bahwa bahasa daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai alat perhubungan antar suku, sebab yang diajak komunikasi juga mempunyai bahasa daerah tersendiri. Adanya bahasa Melayu yang dipakai sebagai lingua franca ini pun tidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah. Bahasa daerah tetap dipakai dalam situasi kedaerahan dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang semacam itulah, khusunya pemuda-pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi sakti di atas.
Apakah ada bedanya bahasa Melayu pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928? Perbedaan ujud, baik struktur, sistem, maupun kosakata jelas tidak ada. Jadi, kerangkanya sama. Yang berbeda adalah semangat dan jiwa barunya. Sebelum Sumpah Pemuda, semangat dan jiwa bahasa Melayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa Melayu. Akan tetapi, setelah Sumpah Pemuda semangat dan jiwa bahsa Melayu sudah bersifat nasional atau jiwa Indonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang berjiwa semangat baru diganti dengan nama bahasa Indonesia.
“Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
(1). lambang kebanggaan nasional,
Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia ‘memancarkan’ nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dan kita harus mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bngga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.
(2). lambang identitas nasional,
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Ini beratri, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.
(3). alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya,
memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Apalagi dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.
(4). alat perhubungan antarbudaya antardaerah.
bahasa Indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda, mungkinkah kita dapat bertukar pikiran dan saling memberikan informasi? Bagaimana cara kita seandainya kita tersesat jalan di daerah yang masyarakatnya tidak mengenal bahasa Indonesia? Bahasa Indonesialah yang dapat menanggulangi semuanya itu. Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan (disingkat: ipoleksosbudhankam) mudah diinformasikan kepada warganya. Akhirnya, apabila arus informasi antarkita meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan kita. Apabila pengetahuan kita meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.

B. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Sebagaimana kedudukannya sebagai bhasa nasional, bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi pun mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Hal ini terbukti pada uraian berikut.
Secara resmi adanya bahasa Indonesia dimulai sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Ini tidak berarti sebelumnya tidak ada. Ia merupakan sambungan yang tidak langsung dari bahasa Melayu. Dikatakan demikian, sebab pada waktu itu bahasa Melayu masih juga digunakan dalam lapangan atau ranah pemakaian yang berbeda. Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua oleh pemerintah jajahan Hindia Belanda, sedangkan bahasa Indonesia digunakan di luar situasi pemerintahan tersebut oleh pemerintah yang mendambakan persatuan Indonesia dan yang menginginkan kemerdekaan Indonesia. Demikianlah, pada saat itu terjadi dualisme pemakaian bahasa yang sama tubuhnya, tetapi berbeda jiwanya: jiwa kolonial dan jiwa nasional.
Secara terperinci perbedaan lapangan atau ranah pemakaian antara kedua bahasa itu terlihat pada perbandingan berikut ini.
Bahasa Melayu: Bahasa Indonesia:
a. Bahasa resmi kedua di samping bahasa Belanda, terutama untuk tingkat yang dianggap rendah.
b. Bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah yang didirikan atau menurut sistem pemerintah Hindia Belanda.


c. Penerbitan-penerbitan yang dikelola oleh jawatan pemerintah Hindia Belanda.
a.Bahasa yang digunakan dalam gerakan kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
b.Bahasa yang digunakan dalam penerbitan-penerbitan yang bertuju-an untuk mewujudkan cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia baik berupa:bahasa pers dan bahasa dalam hasil sastra.
Kondisi di atas berlangsung sampai tahun 1945.
Bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, diangkat pulalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Hal itu dinyatakan dalam Uud 1945, Bab XV, Pasal 36. Pemilihan bahasa sebagai bahasa negara bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah timbang akan mengakibatkan tidak stabilnya suatu negara. Sebagai contoh konkret, negara tetangga kita Malaysia, Singapura, Filipina, dan India, masih tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya, walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi.
Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan pemilihan suatu bahasa sebagai bahasa negara apabila
(1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar penduduk negara itu,
(2) secara geografis, bahasa tersebut lebih menyeluruh penyebarannya, dan
(3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk negara itu.
Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia, Singapura, Filipina, dan India tidak mempunyai ketiga faktor di atas, terutama faktor yang nomor (3). Masyarakat multilingual yang terdapat di negara itu saling ingin mencalonkan bahasa daerahnya sebagai bahasa negara. Mereka saling menolak untuk menerima bahasa daerah lain sebagai bahasa resmi kenegaraan. Tidak demikian halnya dengan negara Indonesia. Ketig faktor di atas sudah dimiliki bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Bahkan, tidak hanya itu. Sebelumnya bahasa Indonesia sudah menjalankan tugasnya sebagai bahasa nasional, bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Dengan demikian, hal yang dianggap berat bagi negara-negara lain, bagi kita tidak merupakan persoalan. Oleh sebab itu, kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah besar ini.
Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai:
1. Sebagai bahasa resmi kenegaraan,
Pemakaian pertama yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaran ialah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.Keputusan-keputusan, dokumen-dokumen, dan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaganya dituliskan di dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato atas nama pemerintah atau dalam rangka menuanaikan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa Indonesia. Sehubungan dengan ini kita patut bangga terhadap presiden kita, Soeharto yang selalu menggunakan bahasa Indonesia dalam situsi apa dan kapan pun selama beliau mengatasnamakan kepala negara atau pemerintah. Bagaimana dengan kita?
2. Sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan,
Sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia dipakai sebagai bhasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Hanya saja untuk kepraktisan, beberapa lembaga pendidikan rendah yang anak didiknya hanya menguasai bahasa ibunya (bahasa daerah) menggunakan bahasa pengantar bahasa daerah anak didik yang bersangkutan. Hal ini dilakukan sampai kelas tiga Sekolah Dasar.Sebagai konsekuensi pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan tersebut, maka materi pelajaran ynag berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Apabila hal ini dilakukan, sangatlah membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek). Mungkin pada saat mendatang bahasa Indonesia berkembang sebagai bahasa iptek yang sejajar dengan bahasa Inggris.
3. Sebagai bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah,
Sebagai fungsinya di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh orang kedua (baca: masyarakat).
4. Sebagai bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.
sebagai fungsi pengembangan kebudayaan nasional, ilmu, dan teknologi, bahasa Indonesia terasa sekali manfaatnya. Kebudayaan nasional yang beragam itu, yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula, rasanya tidaklah mungkin dapat disebarluaskan kepada dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia dengan bahasa lain selain bahasa Indonesia. Apakah mungkin guru tari Bali mengajarkan menari Bali kepada orang Jawa, Sunda, dan Bugis dengan bahasa Bali? Tidak mungkin! Hal ini juga berlaku dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern. Agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakn bahasa Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya di perguruan
Keempat fungsi itu harus dilaksanakan, sebab minimal empat fungsi itulah memang sebagai ciri penanda bahwa suatu bahasa dapat dikatakan berkedudukan sebagai bahasa negara.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Perbedaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi bias terlihat dari ujudnya,proses terbentuknya dan dari segi fungsinya
2. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai penghubung antarsuku, karena warga yang berbangsa Indonesia yang menetap di wilayah Indonesia; sedangkan seseorang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, karena sebagai warga negara Indonesia yang menjalankan tugas-tugas ‘pembangunan’ Indonesia.
3. Dualisme kedudukan bahasa Indonesia tersebut dilatarbelakangi oleh proses pembentukan yang berbeda.
B. Saran
1. Kita harus dapat memahami kedudukan dan fungsi bahasa indonesia
2. Penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kedudukan dan fungsinya
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar


sumber: http://www.box.net/shared/4295lfqeo8

TUGAS BAHASA INDONESIA CYBER-BULLYING

CYBER-BULLYING

Pengertian Cyber-Bullying
Bullying (English) jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti intimidasi, pelecehan, ancaman yang dilangsungkan baik secara verbal maupun fisik. Cyber-Bullying bisa diartikan sebagai pelecehan dan penghinaan yang dilakukan pelaku (bully) kepada korban dunia maya (internet). Medianya bisa berupa sms, e-mail, status facebook, twitter, chat room dan sebagianya, baik yang melalui komputer ataupun ponsel. Dan Cyber Bullying berlaku ketika pelaku menyerang secara eksplisit pada si korban. Misalnya pelaku dengan sengaja dan sadar memosting di FB atau mention ke twitter lawan untuk mencomooh atau mengintimidasi.
Lebih sering cyber bullying yang disebut bulliest ini kita dapati di forum-forum bebas dan di jejaring social seperti facebook dan twitter. Media chat box dan group facebook juga menjadi lahan basah bagi pelaku cyber bullying. Awalnya memang berdiskusi baik-baik namun pada akhirnya berakhir dengan percekcokan. Bisa pula langsung murka dan memaki-maki karena tidak setuju dengan tema diskusi atau teks bacaannya.

Hal-hal Penyebab Cyber Bullying
Penyebab terjadinya Cyber Bullying ini bisa jadi karena dendam, kemarahan atau perasaan frustasi. Bisa juga karena pelaku memang tidak punya kerjaan, sedangkan ‘mainan’ berbau teknologi banyak tersedia di sekeliling mereka; jadinya iseng dan ingin cari keributan. Atau bisa jadi, pelaku adalah orang-orang yang di kehidupan nyata termasuk golongan ‘tidak dianggap’ atau tidak punya kekuatan, dengan melakukan cybe -bullying mereka merasakan bagaimana rasanya jadi ‘orang yang berkuasa’.
Yang gawat dari cyber-bullying adalah, orang bisa merasa terlindung di balik anonimitas dan kebayang kan, ketika seseorang sudah berpikir ‘ah nggak ada yang tau ini’, maka dia bisa melakukan banyak hal. Lihat gimana hancurnya komentar-komentar di blog.


Contoh kasus Cyber Bullying
90% Orangtua Mengaku Anaknya Korban 'Cyberbullying'

LONDON - Sembilan dari 10 orang tua mengatakan bahwa anak mereka telah menjadi korban dari 'online bullying', menurut firma Bitfinder.
Seperti yang dikutip dari PC Advisor, Jumat (7/10/2011), sebuah survei dilakukan terhadap 1.740 pengguna internet yang memiliki anak, mengungkap bahwa lebih dari setengah anak responden pernah merasakan pelecehan melalui internet. Lebih jauh lagi, sekira 19 persen orang tua mengungkap bahwa mereka sampai menggunakan jasa ahli untuk membantu anak mereka.
Cyber bullying, didefinisikan sebagai tindakan mengancam, melecehkan dan mempermalukan seseorang melalui media internet.
"Hasil studi ini seharusnya bisa mengirimkan pesan ke para orang tua; bahwa sangat penting untuk melindungi anak-anak dari cyberbullying," ujar Sabina Datcu, E-Threats Analysis and Communication Specialist dari Bitdefender.
"Para orang tua perlu memahami perlunya meng-install software Parental Control serta mengawasi aktivitas anak mereka di jejaring sosial dan internet pada umumnya," tambahnya.
Menurut lembaga amal untuk gerakan anti-cyber bullying, Kidscape, orang tua harus mendorong anak mereka untuk memberitahu jika mendapat cyber bullying. Facebook sendiri saaat sudah memiliki sistem pelaporan yang memungkinkan mereka bisa menandai sebuah konten yang melecehkan.
Lebih jauh lagi, para orang tua harus menjadi lebih familiar dengan teknologi dan internet, agar dapat melakukan metode pencegahan yang lebih efektif.

Pencegahan Cyber Bullying
1. Berpikir jernih dan tidak mudah terpancing. Diskusi dihalalkan selama tidak memasang kalimat sarkastik dan melecehkan orang lain.
2. Jangan terpancing dengan cemoohan orang lain di dunia maya. Sebab jika kita membalasnya dengan struktur serupa, maka ia akan merasa diperhatikan dan ia mala semakin gila menyerang.
3. Jika tidak mau mengalami hal yang sama,blokir pengguna FB atau twitter bulliest.
4. Jika kamu blogger atau penulis yang rentan kedatangan masa ababil, protek FB-mu dan jangan mudah meng-approve friend request.
5. Kalau kita penulis yang membahas seorang artis atau petinggi, maka kemungkinan kita rentan jadi incaran hacker. Mereka bisa saja berbuat jahat.
6. Jangan mudah percaya dengan teman di dunia maya.
7. Jangan terlalu jelas menggambarkan siapa diri kita di dalam akun FB. Seperti tanggal lahir, alamat rumah, nomer hape, pin BB, akun email tetap, foto-foto yang terlalu banyak. Seperlunya saja.
8. Jangan memancing amarah orang lain.
9. Pahamlah akan berbagai karakter manusia.


Saran
1. Tahan emosi.
2. Jangan mudah terpancing dengan hal-hal yang tidak baik dalam dunia maya.
3. Jaga bicara di dalam dunia maya.
4. Jangan terlalu terbuka dengan yang kita kenal melalui dunia maya.

Sumber-sumber:
http://wanasedaju.blogspot.com/2011/06/bullying-tidak-hanya-kita-dapatkan-di.html
http://blog.sepatumerah.net/2009/12/hottalotta-and-cyber-bullying/
http://techno.okezone.com/read/2011/10/07/55/512317/90-orangtua-mengaku-anaknya-korban-cyberbullying

Sabtu, 22 Oktober 2011

EXPERT SYSTEM

1. Jelaskan yang dimaksud dengan Expert System dan ANN!
2. Gambarkan hubungan antara neuron biologis!
3. Jelaskan perbedaan Expert System dengan ANN!


JAWABAN:

1. Expert System : sebuah program computer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar (human expert).
ANN (Artificial Neural Network) : suatu system yang dimodelkan berdasarkan jaringan saraf manusia. Merupakan system yang dapat merubah strukturnya untuk memecahkan masalah berdasarkan informasi eksternal maupun internal yang diterima seperti layaknya otak manusia.

2.


3. ES (Expert System)
• Dalam pemecahan masalah masih membutuhkan bantuan programer
• Knowledge di buat oleh Progammer, sehingga Knowledge dapat ditelusuri proses pembuatannya .
• Sample yang inputnya cacat tidak dapat menghasilkan output.

ANN (Artificial Neural Network)
• Dapat memecahkan masalah/ kasus yang rumit yang tidak dapat dilakukan oleh ES.
• Knowledgenya terbentuk dengan sendirinya.
• Dapat menghasilkan Output walaupun inputnya cacat.

PROGRAM JAVA SELAMAT DATANG


Logika Program:
Public class selamat : public class sama dengan nama file yang telah dibuat. Penulisan pada koding progam public class harus sesuai denga nama filenya, kalau tidak sesuai program error maka program tidak dapat dijalankan.
{ : berguna untuk membuka/mengawali sebuah program.
Public static void main(String args[]){ : berfungsi untuk mengawali suatu program dengan tipe data string dan bentuk umumnya seperti yang tertulis di atas.
System.out.println(“selamat datang”); : memerintahkan system untuk mencetak output dengan tulisan selamat datang.
} : untuk mengakhiri/menutup sebuah program.

Output:

Selasa, 11 Oktober 2011

PESAING UTAMA iPad APPLE

PENDAHULUAN

Di zaman globalisasi ini, “information is prestigious knowledge”. Kebutuhan manusia akan Informasi didasari oleh insting mereka untuk memenuhi 15 human desires and value 2. Hasrat yang dimiliki oleh manusia tersebut mengangkat informasi menjadi sesuatu yang memiliki nilai komoditas tinggi – seperti contoh : seorang pialang anda mengetahui besok nilai tukar rupiah akan jatuh dengan drastis, maka ia akan bergegas ke bank untuk menukarkan rupiah anda dengan dollar.Bayangkan apa yang akan terjadi dengan uang anda apabila ia tidak mendapatkan informasi tersebut.

Demikian pula jika anda mengetahui bahwa ada berita tentang terungkapnya skandal pejabat negara, atau berita mengenai pemadaman lampu yang akan terjadi di daerah kita, maka kita akan segera mencari tahu tentang berita tersebut entah akan berguna bagi kita untuk melakukan persiapan positif, atau sekedar pemuasan konatif saja. Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa informasi telah menjadi komoditas yang berharga – kebutuhan manusia untuk “berkuasa” atas informasi telah menjadi krusial. IT atau Information Technology3 memberikan kontribusi yang luar biasa dalam hal penyebaran materi Informasi ke seluruh belahan dunia. IT merupakan suatu alat Globalisator yang luar biasa.

Penyedia informasiteknologi, IT Business Edge, memaparkan dan menupas mengenai 12 komputer tablet terbaru yang akan menjadi pesaing utama iPad Apple di pasar. Dalam slide show-nya IT Business Edge mengatakan, pasar tablet berkembang cepat dengan banyak tablet baru yang kompetitif yang dikenalkan kepada public, dan yang membedakan adalah konsumen, jaringan nirkabel, dan kualitas perangkat itu sendiri. Berikut ini 12 tablet yang kemungkinan akan mengguncang prestasi pasar iPad kedepan:
1. Samsung Galaxy Tab
Sebuah tablet Android 7-inci dari Samsung. Dioperasikan dengan sistem operasi Android 2.2, berisi prosesor ARM, fitur layar AMOLED, memiliki resolusi layar 1024 x 600, dilengkapi pre-install Flash Player, Google Maps, JavaScript 1.5, dan Bluetooth serta Swype.
2. BlackBerry Playbook
Memiliki koneksi Wi-Fi, teknologi Bluetooth dan memiliki kamera menghadap ke depan dan belakang. Menggunakan sistem operasi QNX yang sudah dikembangkan.
3. Cisco Cius
Cisco Cius, disebut sebagai kolaborasi ponsel dan tablet bisnis yang mengintegrasikan virtual desktop dengan akses penuh kolaborasi aplikasi komunikasi dan Cisco. Tablet bersistem operasi Android ini akan memiliki layar 7-inci, dijalankan pada prosesor Intel Atom dan fitur kamera menghadap kedepan dan belakang untuk videoconference. Perangkat ini mendukung untuk koneksi Wi-Fi dan 3G, dan menawarkan 32 gigabyte Flash.
4. Dell Streak
Streak Dell adalah smartphone/hibrida tablet yang ditawarkan melalui penyedia jaringan AT&T, di Amerika Serikat. Dilengkapi dengan layar sentuh WVGA 5-inci dan system operasi Android 1.6.
5. HP Slate 500
Tablet ini akan dijalankan dengan system operasi Windows 7 dan target pasar sama dengan Cius Cisco.
6. Toshiba Folio 100
Perangkat ini memiliki layar 10.1-inci, dijalankan dengan Android 2.2, dan prosesor Nvidia Tegra 2. Folio 100 juga diduking 16GB memori, mendukung Bluetooth 2.1, dilengkapi dengan output HDMI, dua port USB, SD slot kartu memori, dan konektivitas nirkabel 802.11 b/g/n serta 3G data.
7. HP PalmPad
Tablet ini salah satu produk dari hasil akuisisi Palm oleh HP. Dilihat dari bentuknya, PalmPad sepertinya dibuat benar-benar untuk menyaingi iPad Apple dan merebut konsumennya.
8. LG Optimus
Perangkat ini akan dijalankan dengan system operasi Android.
9. Acer Tablet
Perangkat ini dilengkapi fitur keypad QWERTY.
10. Microsoft Windows 7 Tablet
Tablet Microsoft ini dikritik banyak orang, termasuk Rob Enderle dari IT Business Edge, Microsoft tetap bekerjasama dengan Intel dan pembuat computer lainnya untuk mengoptimalkan tablet itu.
11. Open Tablet 7
Tablet berbasis Flash ini akan membedakan diri dengan penggunaan perangkat lunak manajemen enegi OpenPeak.
12. Google/Verizon Tablet
Spekulasi menyebutkan bahwa perangkat ini memiliki layar sentuh 10-inci dan beresolusi 1280 x 720 pexel, berbasis platform Tegra Nvidia, 2GB RAM, dilengkapi solid state drive 32 GB, konektivitas 3G/Bluetooth/WiFi, GPS, dan webcam.

PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam tulisan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.Semoga tulisan ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

Rabu, 29 Juni 2011

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 5 PENYALAHGUNAAN DATA



Soal
1. Sebutkan cara penyusunan warkat yang saudara ketahui
2. Untuk jenis warkat wesel, cek, surat pembelian disusun / ditaruh dengan cara apa ?
3. Apa yang anda ketahui tentang RECORD RETENTION SCHEDULE
4. Apa yang anda ketahui dengan TABULATING

Jawab
1. Beberapa cara penyusunan warkat:
> system penyusunan warkat menurut abjad
> system penyusunan warkat menurut subyek
> system penyusunan warkat menurut waktu
> system penyusunan warkat menurut daerah
> system penyusunan warkat menurut nomor

• Sistem abjad merupakan suatu sistem dan penemuan kembali warkat-warkat berdasarkan abjad.
• Sistem masalah merupakan suatu sistem penemuan dan penyimpanan kembali menurut isi pokok atau perihal surat.
• Sistem nomor merupakan pemberian nomor yang terdapat pada folder
• Sistem tanggal merupakan penyimpanan surat berdasarkan tanggal, hari, bulan/tahun tanggal dijadikan kode surat.
• Sistem Wilayah merupakan menyimpanan berdasarkan daerah/wilayah surat yang diterima.

Penyusunan papers berdasarkan abjad ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian misalnya berdasarkan :
a. Nama orang, nama pendaftar, nama mahasiswa dan sebagainya.
b. Masalah yang akan dibahas, topik yang dibicarakan.

Untuk mempermudah penempatan dan penemuan kembali papers – papers yang bersangkutan maka sebaiknya dalam tempat penyimpanan papers pada awal nama diselipkan huruf abjad yang sesuai dengan nama depan atau huruf depannya misalnya untu setiap pengatian nama atau topik ditulis kedalam lembaran yang menonjol sehingga mudah dlama mencari topik atau nama yang lainya. system penyusunan papers menurut subyek Penyusunan papers menurut subyek ini merupakan modifikasi dari penyusunan papers menurut abjad.

Penyusunan warkat terbagi menjadi 3 tahap, yaitu :

Tahap Awal

* Memilih, mengumpulkan dan menentukan topik.
* Memperdalam wawasan/intelektual berhubungan apa yang akan dikembangkan/diperluas.

Tahap Penulisan

* Dengan Sistem Wilayah merupakan menyimpanan berdasarkan daerah/wilayah surat yang diterima.
* Sistem penomoran merupakan pemberian nomor yang terdapat pada folder.
* Dengan mengembangkan makalah untuk dijadikan makalah.
* Dengan Sistem tanggal merupakan penyimpanan surat berdasarkan tanggal, hari, bulan/tahun tanggal dijadikan, yaitu kapan pembelian itu dikeluarkan.
* Untuk warkat jenis wesel, cek, surat pembelian atau order bisa disusun dengan cara sistem nomor yaitu dengan melihat nomor cek, wesel atau surat pembelian yang ada, disusun dari nomor yang terkecil sampai yang terbesar atau bisa sebaliknya.
* Dengan Filling sistem suatu rangkaian kerja akan teratur agar dapat dijadikan untuk penyimpanan arsip sehingga saat diperlukan arsip tersebut dapat dan tepat ditemukan.

Tahap Revisi

* Pemeriksaan terhadap isi dan penggunaan kata, kalimat, ejaan, serta tanda baca.

2. Pada warkat jenis cek, wesel, surat pembelian disusun/ditaruh dengan cara menggunakan sistem nomor, dengan melihat nomor cek apakah benar atau tidak, wesel atau surat pembelian yang ada, disusunlah dari nomor yang terkecil hingga yang terbesar atau bisa sebaliknya. Bisa juga dengan sistem wilayah, dari dan dimana surat pembelian dikeluarkan.Atau bisa dengan sistem tanggal yaitu kapan wesel, cek dan surat pembelian itu di keluarkan seperti system wilayah diatas.

3. Record retention schedule adalah suatu kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam rangka proses manajemen, yaitu yang berhubungan dengan penggolongan, pemilihan, distribusi, maupun disposisi dari record untuk menentukan records yang mana yang perlu tetap disimpan untuk selama-lamanya serta jenis-jenis records yang mana dan yang dalam jangka waktu berapa lama pula perlu dimusnahkan karena sudah tidak diperlukan lagi.

Records terbagi menjadi 4 golongan, yaitu :

* Records yang tidak penting (non essential)
* Records yang tidak dimanfaatkan
* Records yang penting
* Records yang sangat penting.

4. Tabulating, yaitu memasukkan data-data yang sudah dikelompokkan ke dalam tabel-tabel yang mudah dipahami. Tabulating juga mengumpulkan data dan fakta yang sesuai dengan cakupan bidang masing-masing menjadi suatu daftar atau tabel sehingga tidak terjadi pengulangan kata atau kalimat, sehingga bisa memberikan analisa yang rasional, objektif dan menunjukkan logika hubungan antara data, fakta peristiwa dan dampaknya.

Sabtu, 14 Mei 2011

PERSEROAN TERBATAS (PT)

I. DEFINISI
PT adalah perusahaan yang modalnya terdiri atas saham-saham.
Perseroan terbatas terdiri dari 2 jenis:
1. PT tertutup: perusahaan yang sahamnya hanya dimiliki oleh bdan/golongan tertentu.
2. PT terbuka: perusahaan yang sahamnya dimiliki masyarakat luas. Biasanya PT terbuka terdaftar di bursa efek setelah melalui persetujuan BAPEPAM (Badan Pegawai Pasara Modal).

II. Akte Pendirian
Dalam pendirian PT harus dilakukan dihadapan notaris. Hal-hal yang termuat dalam akte pendirian PT adalah:
1. Maksud dan tujuan jangka waktu PT.
2. Jumlah modal dasar, jumlah lembar saham, nilai nominal saham.
3. Rapat umum pemegang saham.
4. Perubahan anggaran dasar.
5. Tata cara pemindahan.

III. Modal Saham
Modal saham, biasa disebut juga modal dasar. PT bisa disahkan untuk menjalankan operasionalnya bila:
25% dari modal sudah ditempatkan.
50% dari modal yang ditempatkan, sudah disetor penuh ke dalam perusahaan.
Contoh:
Jumlah modal dasar  Rp 4.000.000
Nilai Nominal           Rp 1.000
Terdiri dari 4000 lembar saham
Maka: 1000 lembar saham sah harus di tempatkan 500 lembar saham sudah di setor.

IV. Jenis-jenis Saham
1. Saham Atas Unjuk : kepemilikannya tidak tertera, bisa dipinfah tangankan.
2. Saham Atas Nama : kepemilikannya sudah tertera.
3. Saham Biasa (common stock) : saham yang tidak memiliki kelebihan apapun dibandingkan saham-saham yang lain.
4. Saham Preferen (preferred stock) : saham yang memiliki kelebihan dibanding saham yang lain. Memiliki keistimewaan. Keistimewaannya dividen (keuntungan) di bagikan paling pertama. Ada presentasenya.
5. Saham Preferan Komulatif : saham yang dividen tidak dibagikan akan diakomulasikan untuk tahun-tahun berikutnya.
6. Saham Preferen Non Komulatif : saham yang rugi, diakumulasikan.
7. saham Preferen Berpartisipasi : saham yang nantinya setelah mendapat deviden di awal kemudian akan mendapat deviden sisanya akan dibagikan lagi. Jadi mendapat 2 kali deviden.
8. Saham Preferen Tidak Berpartisipasi : saham yang anntinya setelah mendapat deviden di awal, tidak akan mendapat deviden sisa lagi.

V. ORGANISASI PERSEROAN
1. RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) : mengangkat/memberhentikan direksi/komisaris. RUPS merupakan orgasisasi tertinggi. Diadakan setahun sekali (minimal). Diadakan minimal 3 bulan setelah tutup buku.
2. Komisaris : terdiri dari satu orang. Tugasny adalah mengawasi tugas direksi, meyakini perusahaan berjalan sesuai tujuan. Komisaris belum tentu pemilik modal.
3. Direksi : yang mengerjakan semua yang diinginkan perusahaan.

Di dalam saham terdapat:
1. Lembar saham
2. Nominal : Nilai nominal 10% x lembar saham x harga per lembar nilai nominal
Agio : saham nilainya lebih tinggi dari nominal.
Disagio : saham yang nilainya lebih rendah dari nominal.

Faktor yang memepengaruhi saham naik turun adalah:
1. Kurs rupiah terhadap dollar.
2. Invlasi.
3. Suku bunga mempengaruhi harga saham.

PROGRAM C++ MATRIKS 3x2

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int M1[3][2],M2[2][3],hasil[3][2];
int i,j;
clrscr();
cout<<"MATRIKS 1";
for(i=1;i<=3;i++)
{
for(j=1;j<=2;j++)
{
cout<<"elemen["<<i<<"]["<<j<<"]:";
cin>>M1[i][j];
}
}
cout<<"MATRIKS 2";
for(i=1;i<=3;i++)
{
for(j=1;j<=2;j++)
{
cout<<"elemen["<<i<<"]["<<j<<"]:";
cin>>M2[i][j];
}
}
cout<<"HASIL PERHITUNGAN";
for(i=1;i<=3;i++)
for(j=1;j<=2;j++)
{
hasil[i][j]=M1[i][j]+M2[i][j]
cout<<"HASIL PERHITUNGAN: "<<hasil[i][j];
}
cout<<endl;
}
getch();
}

TUGAS KE 3 TEORI ORGANISASI UMUM 2

Tabel Total Utilty (TU) dan Marginal Utility dengan jenis makanan yaitu cokelat

Marginal Utility (MU) : Pertambahan kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi suatu barang
Total Utility (TU) : Seluruh total konsumsi kepuasan (marginal) yang diperoleh

Berdasarkan hukum pertambahan manfaat yang semakin menurun (The Law of Diminshing Marginal Utilty) :
- Pada saat seorang belum mengkonsumsi cokelat, maka kepuasan yang diperoleh orang tersebut adalah 0
- Pada saat cokelat pertama, orang tersebut memiliki tingkat kepuasan marginal yang paling besar yaitu 100.
- Pada konsumsi cokelat berikutnya, tingkat kepuasan marginal mulai menurun (lama kelamaan akan turun bahkan bisa sampai pada tingkat minus)

TUGAS KE 2 TEORI ORGANISASI UMUM 2

• Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 – 5p dan fungsi penawarannya adalah Qs = 7 – 2p dengan contoh barang yaitu Pakaian Jadi.

• Harga dan jumlah keseimbangan pasar

Jawab:


Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5,1 )
• Grafiknnya adalah sebagai berikut



Penjelasan :

Pada harga barang 0 – 10 terdapat kelebihan dari barang yang diminta oleh konsumen kepada produsen daripada barang yang ditawarkan oleh konsumen. Sedangkan dari 10 ke atas terdapat pengurangan barang yang diminta oleh konsumen kepada produsen daripada barang yang ditawarkan oleh konsumen (sebaliknya) hal ini sesuai dengan hukum permintaan yaitu “Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya".

TUGAS PERTAMA TEORI ORGANISASI UMUM 2

Diagram Permintaan dan Penawaran


Penjelasan:
WHAT : PT. TOSHIBA menentukan barang apa yang dibutuhkan pasar atau Rumah Tangga dan dapat memberikan prusaan tersebut keuntungan. Pada kasus ini PT. TOSHIBA membuat barang – barang elektronik seperti Televisi, kulkas, Notebook dan lain-lain.

HOW : Bagaimana cara PT. TOSHIBA memproduksi barang elektronik tersebut dengan mengkombinasikan faktor – faktor produksi yang tersedia di pasar faktor produksi (Rumah Tangga) yang memberikan biaya minimum, keuntungan maksimum dengan kualitas yang baik.

FOR WHOM : PT TOSHIBA akan mengklasifikasikan produk – produk berdasarkan kebutuhan konsumen. Contoh memproduksi televisi dengan ukuran yang bervarasi mulai dari 14 inch, 21 inch, sampai 30 inch

TUGAS 4 TEORI ORGANISASI UMUM 2

Macam - Macam Ongkos/Biaya Produksi

Kurva ongkos adalah kurva yang menujukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output. Macam-macam ongkos sebagai berikut :

1. Total Fixed Cost (Biaya Total Tetap) adalah jumlah biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.

2. Total Variable Cost (Biaya Variabel Total) adalah jumlah biaya yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh biaya bahan mentah, tenaga kerja, dsb.

3. Total Cost (Biaya Total) adalah penjumlahan antara biaya total tetap dengan biaya total variabel. Rumus : TC = TFC + TVC

4. Average Fixed Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya tetap yang dibedakan kepada setiap unit output. Rumus : AFC = TFC/Q

5. Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : AVC = TVC/Q

6. Average Total Cost (Biaya Total Rata-Rata) adalah biaya produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : ATC = TC/Q

7. Marginal Cost (Biaya Marginal) adalah tambahan atau kekurangannya biaya total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. Rumus : MC = ∆TC/∆Q = ∆TVC/∆Q




Rabu, 13 April 2011

TUGAS BUAT PERTANYAAN SIM


1.  1.   Kepanjangan dari DSS…….
a.    Decision Support System *
b.    Decision System Support
c.    Dicission Support System
d.    Dessision Suport System

2. 2.  Menurut Herbert A. Simon ada beberapa keputusan berdasarkan sifat dan jenisnya, yaiu……….
a.    Keputusan terprogram dan kegiatan intelejen
b.    Kegiatan memilih dan kegiatan menelaah
c.    Keputusan terprogram dan keputusan tak terprogram *
d.    Kegiatan merancang dan kegiatan intelejen

3.   3.  Sebuah informasi yang akan diolah menjadi sebuah keputusan yang akurat, lengkap dan baik diperlukan beberapa konsep dalam membentuk sebuah system informasi yang baik diantaranya, kecuali……..
a.    Konsep terstruktur
b.    Konsep tak terstruktur
c.    Konsep bangunan *
d.    Konsep semi terstruktur

4.  4. Disebut apakah konsep berdasarkan suatu masalah yang memiliki struktur masalah pada tahap ke 3 (tiga) tahap pertama, yaitu …………
a.    Konsep terstruktur *
b.    Konsep tak terstruktur
c.    Konsep bangunan
d.    Konsep semi terstruktur

5.  5. Secara garis besar DSS dibangun untuk tiga komponen, kecuali ………..
a.    Hardware system *
b.    Database
c.    Model base
d.    Software system

6.  6. Apakah langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan ………..
a.    Menganalisis masalah
b.    Memilih solusi
c.    Implementasi solusi
d.    Mengedentifikasi masalah *

7. 7. Propose decision merupakan salah satu dari jenis dan konsep dari SPK, yang memiliki arti …………..
a.    Memanggil elemen informasi
b.    Menganalisis semua file
c.    Menawarkan keputusan *
d.    Membuat keputusan

8. 8. SPK memiliki user interface yang komunikatif sehingga pemakai dapat melakukan akses secara cepat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Kalimat di atas merupakan salah satu pengertian yang ada pada karakteristik SPK, yaitu …………..
a.    Fleksibel
b.    Interaktif *
c.    Prosedur pakar
d.    Data kualitas

9.  9. Kepanjangan dari MIS ………
a.    Management Information System *
b.    Managerial information System
c.    Management Informational System
d.    Management Information Support

10. 10. Apa yang dimaksud kecerdasan pada fase penyelesaian masalah .…………….
a.    Kesadaran mengenai suatu masalah atau peluang *
b.    Pembuat keputusan merumuskan suatu masalah dan menganalisis sejumlah solusi alternative
c.    Pembuat keputusan memilih solusi masalah atau peluang yang ditandai
d.    Mengetahui segala sesuatu sebelumnya dalam membuat keputusan